Tab

Wednesday, October 17, 2012

Tugas 1 : Bahasa Indonesia 1

Nama : Desi Laila
NPM  : 11110834
Kelas  : 3KA31


PERKEMBAGNAN KEANEKARAGAMAN BAHASA INDONESIA SAAT INI
             


Dari judulnya saja, perkembangan bahasa di Indonesia saat ini, sudah sangat berbeda sekali dibandingkan tempo dulu.  Zaman dulu, bahasa masih sangat kental sekali dengan kesopanan, dan baku saat diutarakan kepada teman atau pun orang yang lebih tua dari kita. Padahal kan di Indonesia banyak sekali bahasa-bahasa daerah yang mustinya dilestarikan sesuai perkembangan zaman. Tapi seiring berjalannya waktu, hanya sebagian saja yang masih mempertahankan bahasa tersebut. Kalau untuk bahasa di kota metropolitan saat ini khususnya JAKARTA, sudah banyak sekali bahasa yang bermunculan. Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan menirukan  ucapan tokoh idola mereka biar dianggap gaul dan uptodate. Sebagai contoh yang lagi booming saat ini menurut saya saat perkataan “Terus gue harus salto sambil bilang WOOW gitu?? “ yang sering banget didengar disekeliling kita tak tekecuali oleh teman-teman saya sendiri. Kemudian ada yang menamakannya bahasa alay yaitu bahasa yang pernah kita lihat lewat SMS, yang tulisannya ada angka dan huruf  kecil-gede gitu, contoh : “l4G1 N9aP41n..?? “ terus ada yang juga perkataan yang sengaja dicadelin, seperti “ciyus..??”, “miapah?? “agy mums” yang aslinya seharusnya “serius..??”, “ demi apa??” , “lagi makan”, dan lain-lan, sampai ada dibuat kamusnya juga. Lalu ada juga bahasa yang sering di ucapkan kalau kita lagi di salon (maaf bahasa para banci), yang kata-katanya sudah dikamuskan oleh Debby Sahertian pada 1999, seperti  “akika”, “ember”, “sutralah”,  “lambreta macan tutul “  “begindang nek” dan masih banyak lagi kalau dicari di search engine. Kemudian ada juga bahasa prokem (sebutan untuk preman) yang digunakan oleh anak-anak jalanan yang dianggap sebagai Preman dan mereka menggunakan ini sebagai kata sandi yang hanya dimengerti oleh kelompok mereka sendiri, contohnya “ogut”, “bokap”, “nyokap”, “semok”, dan masih banyak lagi. Lalu dar sejumlah anak muda, seperti Olga Syahputra and the gang, yang  tidak inging disebut banci, sehingga membuat kata baru lagi yang menggabungkan dari ketiga bahasa gaul tersebut (alay,bahasa banci, & prokem), seperti  “meneketehe”, “prikitiu”, “brownis”, dan lainnya.


Sumber:
http://bahasa.kompasiana.com/2012/06/26/bahasa-indonesia-‘mandeg’-bahasa-gaul-makin-meroket/
http://konsultasisawit.blogspot.com/2011/09/kamus-lengkap-bahasa-alay-terbaru.html


Jadi kalau menurut saya  tentang perkembangan bahasa saat ini, benar-benar tidak bagus untuk generasi selanjutnya. Dengan menggunakan bahasa tersebut, secara tidak langsung telah mendidik kita untuk menggunakan bahasa itu yang membodohi diri kita sendiri, terlebih lagi dengan melihat artis-artis yang menggunakan bahasa tersebut sebagai bahan candaan yang membuat mereka jadi primadona, apalagi saat kata-kata yang mereka lontarkan itu “fresh”, menjadikan kita untuk menirukannya. Untuk solusinya, sebagai orang tua, kita harus memperhatikan  pergaulan anak kita, dan orang tua menjadikan contoh yang baik juga untuk anaknya, kemudian pemerintah juga seharusnya bisa  berbuat sesuatu untuk bisa melestarikan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan untuk yang menayangkan  acara-acara ditelevisi, seharusnya bisa memberikan penayangan yang mendidik, tidak seperti sekarang ini. Sekian pendapat saya yang bisa saya ungkapan pada tulisan ini, dan mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah.

No comments:

Post a Comment