Nama : Desi Laila
NPM : 11110834
Kelas : 3KA31
PERKEMBAGNAN KEANEKARAGAMAN BAHASA INDONESIA SAAT INI
Dari judulnya saja, perkembangan bahasa di Indonesia saat
ini, sudah sangat berbeda sekali dibandingkan tempo dulu. Zaman dulu, bahasa masih sangat kental sekali
dengan kesopanan, dan baku saat diutarakan kepada teman atau pun orang yang
lebih tua dari kita. Padahal kan di Indonesia banyak sekali bahasa-bahasa
daerah yang mustinya dilestarikan sesuai perkembangan zaman. Tapi seiring
berjalannya waktu, hanya sebagian saja yang masih mempertahankan bahasa
tersebut. Kalau untuk bahasa di kota metropolitan saat ini khususnya JAKARTA,
sudah banyak sekali bahasa yang bermunculan. Hal ini membuat orang-orang yang
mendengarkan menirukan ucapan tokoh
idola mereka biar dianggap gaul dan uptodate. Sebagai contoh yang lagi booming
saat ini menurut saya saat perkataan “Terus
gue harus salto sambil bilang WOOW gitu?? “ yang sering banget didengar
disekeliling kita tak tekecuali oleh teman-teman saya sendiri. Kemudian ada
yang menamakannya bahasa alay yaitu
bahasa yang pernah kita lihat lewat SMS, yang tulisannya ada angka dan huruf kecil-gede gitu, contoh : “l4G1 N9aP41n..?? “ terus ada yang juga perkataan yang sengaja
dicadelin, seperti “ciyus..??”, “miapah??
“agy mums” yang aslinya seharusnya “serius..??”, “ demi apa??” , “lagi
makan”, dan lain-lan, sampai ada dibuat kamusnya juga. Lalu ada juga bahasa
yang sering di ucapkan kalau kita lagi di salon (maaf bahasa para banci), yang
kata-katanya sudah dikamuskan oleh Debby Sahertian pada 1999, seperti “akika”,
“ember”, “sutralah”, “lambreta macan tutul “ “begindang nek” dan masih banyak lagi
kalau dicari di search engine. Kemudian ada juga bahasa prokem (sebutan untuk preman) yang digunakan oleh anak-anak jalanan
yang dianggap sebagai Preman dan mereka menggunakan ini sebagai kata sandi yang
hanya dimengerti oleh kelompok mereka sendiri, contohnya “ogut”, “bokap”, “nyokap”, “semok”, dan masih banyak lagi. Lalu dar
sejumlah anak muda, seperti Olga Syahputra and the gang, yang tidak inging disebut banci, sehingga membuat kata
baru lagi yang menggabungkan dari ketiga bahasa gaul tersebut (alay,bahasa
banci, & prokem), seperti “meneketehe”, “prikitiu”, “brownis”,
dan lainnya.
Sumber:
http://bahasa.kompasiana.com/2012/06/26/bahasa-indonesia-‘mandeg’-bahasa-gaul-makin-meroket/
http://konsultasisawit.blogspot.com/2011/09/kamus-lengkap-bahasa-alay-terbaru.html
Jadi kalau menurut saya
tentang perkembangan bahasa saat ini, benar-benar tidak bagus untuk
generasi selanjutnya. Dengan menggunakan bahasa tersebut, secara tidak langsung
telah mendidik kita untuk menggunakan bahasa itu yang membodohi diri kita
sendiri, terlebih lagi dengan melihat artis-artis yang menggunakan bahasa
tersebut sebagai bahan candaan yang membuat mereka jadi primadona, apalagi saat
kata-kata yang mereka lontarkan itu “fresh”, menjadikan kita untuk
menirukannya. Untuk solusinya, sebagai orang tua, kita harus memperhatikan pergaulan anak kita, dan orang tua menjadikan
contoh yang baik juga untuk anaknya, kemudian pemerintah juga seharusnya bisa berbuat sesuatu untuk bisa melestarikan
bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan untuk yang menayangkan acara-acara ditelevisi, seharusnya bisa
memberikan penayangan yang mendidik, tidak seperti sekarang ini. Sekian pendapat
saya yang bisa saya ungkapan pada tulisan ini, dan mohon maaf kalau ada
kata-kata yang salah.
No comments:
Post a Comment